Monday, October 14, 2013

Yuk mengenal lebih jauh tentang Ukhuwah Islamiyah



UKHUWAH ISLAMIYAH (UI)
Ø  TUJUAN
        i.            Peserta memahami makna dan hakekat UI
      ii.            Peserta memahami perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah
    iii.            Peserta mengetahui hal-hal yang menguatkan ukhuwah dan buah dari UI
    iv.            Peserta termotivasi untuk mengamalkan hal-hal yang menuju kepada UI dalam kehidupannya

Ø  METODE PENDEKATAN
§  Games
§  Ceramah dan Diskusi

Ø  RINCIAN BAHASAN
Makna Ukhuwah Islamiyah
§  Menurut Imam Hasan Al-Banna : Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Hakekat Ukhuwah Islamiyah :
1.      Nikmat ALLAH (3:103)
2.      Perumpamaan tali tasbih (43:67)
3.      Merupakan arahan Rabbani (8:63)
4.      Merupakan cermin kekuatan iman (49:10)
Perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah
§  Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan aqidah dan syariat  Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas pada waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan aqidah. (misal; kesukuan, kebangsaan dan kepentingan pribadi)
Hal-hal yang menguatkan Ukhuwah Islamiyah
1)      Memberitahukan kecintaan pada yang kita cintai
2)      Memohon dido’akan bila berpisah
3)      Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa
4)      Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non-mahram)
5)      Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
6)      Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu
7)      Sering bersilaturahim (mengunjungi saudara)
8)      Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya

9)      Memenuhi hak ukhuwah saudaranya

Buah Ukhuwah Islamiyah
a.       Merasakan lezatnya iman
b.      Mendapatkan perlindungan ALLAH di hari kiamat nanti (termasuk dalam golongan 7 orang yang dilindungi)
c.       Mendapatkan tempat khusu di syurga (15:45-48)



Sabda Rasulullah s.a.w: “Tiga perkara yang dapat mengeratkan persaudaraan dengan saudaramu yaitu memberi salam apabila bertemu dengannya dan menyediakan tempat duduknya dalam
sesuatu majlis serta panggilah ia dengan nama yang paling disenanginya.”
[Riwayat Al-
Tabrani]
Sabda Rasulullah saw :
“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, janganlah ia mendholimi saudaranya, dan jangan pula menyerahkannya pada musuh, dan selama ia memperhatikan kebutuhan saudaranya maka Allah swt memperhatikan kebutuhannya” (Shahih Bukhari)
REFRENSI :
o   Bercinta dan bersaudara karena ALLAH, Ust Husni Adham Jarror, GIP
o   Meraih Nikmatnya Iman, Abdullah Nasih ‘Ulwan
o   Rahasia Sukses Ikhwan Membina Persaudaraan di Jalan ALLAH, Asadudin Press
o   Pandyan Aktivis Harokah, Al-Ummah



Sumber: Buku Mentoring remaja Tim Kaderisasi LPR Kriya Mandiri Surakarta




 

No comments:

Post a Comment