Monday, October 14, 2013

GHAZWUL FIKRI. Naudzubillah...



GHOZWUL FIKRI

·         TUJUAN
-Memahami makna  dan hakikat Ghozwul Fikri
-Memahami sarana, metode dan hasil-hasil dari Ghazwul Fikri
·         METODE PENDEKATAN
  -Games
  -Ceramah dan Diskusi
GHOZWUL FIKRI
·         Pengertian Ghazwul Fikri
ΓΌ  Secara bahasa : Ghazwul Fikri terdiri dari dua kata ; Ghozwah dan Fikr. Ghozwah berarti serangan,serbuan atau invasi. Fikr berarti perang pemikiran. Serangan atau serbuan disini berbeda dengan serangan dan serbuan dalam qital (perang).

Serangan/Serbuan
Qital
Ghozwah
·         Saling mengetahui siapa lawannya
·         Sepihak, yang lain tidak menyadari kalau sedang diserang
·         Banyak korban jiwa
·         Relatif tidak ada
·         Membutuhkan dana yang besar
·         Relatif membutuhkan dana yang sedikit
·         Hasilnya belum tentu berhasil
·         Hasilnya nyata  terlibat & berhasil

·         Efeknya terbatas
·         Efeknya dalam & luas





ΓΌ  Secara Istilah
Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat  Islam guna merubah apa yangada disalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal tak islami.
v  Sasaran Ghazwul Fikri

1.      Menjauhkan umat Islam dari Dien (agama) Nya QS: 17;73  QS: 5;49
2.      Berusaha memasukkan yang sudah kosng islamnua ke dalam agama kafir QS: 2;217  QS: 2;210
3.      Memadamkan cahaya (agama) ALLAH  QS: 6;8    QS:9;32

v  Metode Ghazwul Fikri

1.      Membatasi supaya Islam tidak tersebar luas
o   Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan)
Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya
o   Tasywih (pencemaran/pelecehan)
Upaya orang kafir untuk mrnghilangkan kebanggan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan islam secara buruk (kasus teroris)
o   Tadhlil (penyesatan)
Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara halus sampai cara yang kasar
o   Taghrib (pembaratan/westernisasi)

2.      Menyerang sialm dari dalam
§  Penyebaran faham sekularisme
Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara
§  Penyebaran faham nasionalisme
Nasionalisme membunuh ruh ukhuwah islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat islam
Hadist: “Bukan dari golonganku orang yang emngajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan olonganku orang yang mati karena ashobiyah”

v  Sarana Ghazwul Fikri
Media massa cetak maupun elektronik
v  Hasil Ghazwul Fikri
a)      Umat islam menyimpang dari Al quran dan As-Sunnah QS: 25;30
b)      Minder dan rendah diri QS: 3;139
c)      Ikut ikutan QS: 17;36
d)     Terpecah belah QS: 30;32

REFRENSI
§  Meteri mentoring tahun 94/95
§  Daud Rasyid, M.A. Al-Ghazwu Al-Fikri dalam sorotan Islam
§  Prof. Abdul rahman H. Habanakah, Metode merusak akhlaq dari barat
§  Abu Ridho, pengantar memahami Al-Ghazwu Al-Fikri




Sumber: Buku Mentoring remaja Tim Kaderisasi LPR Kriya Mandiri Surakarta


 



Friday, September 6, 2013

Menyerap Saripati Dakwah





By: Nandang Burhanudin
****


Alkisah, pada era tahun 90-an, ramai pelajar-mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di negeri 1000 menara, negeri Al-Azhar, negeri yang Alllah firmankan sebagai negeri aman kendati dipimpin oleh Fir'aun. Saya sendiri menikmati suasana itu di tahun 1996, sebelum tragedi krismon yang melanda Indonesia.
Saat krismon itulah dan sebelumnya, saya sering menemukan pemandangan yang fenomenal dari perilaku dan gerak-gerik para agent of change di Mesir. Karena ternyata, sangat banyak ragam mahasiswa ada sesuai dengan latarbelakang dan niat awal belajar ke Mesir.
Singkat cerita, dari sekian ribu pelajar-mahasiswa di Mesir, ada pemandangan yang jamak terjadi; yaitu terekrutnya pelajar-mahasiswa baru ke dalam kafilah dakwah tarbawiyah. Kelak di kemudian hari, tunas-tunas inilah yang menjadi penopang gerakan tarbiyah hingga saat ini.
Pemandangan pertama: Beberapa mahasiswa tinggal dalam satu flat. Mereka berangkat dengan modal tiket dan bekal pas-pasan.
Jaman dahulu, tak mudah transfer uang dari Indonesia ke Mesir. Dan memang, rata-rata yang belajar ke Mesir didominasi orang-orang sederhana, juga tak sedikit dari kaum papa yang mengandalkan idealisme memperdalam agama.
Pelajar-mahasiswa tipe ini, biasanya kental dengan suara persaudaraan. Senasib sepenanggungan lumrah adanya. Satu rumah diisi 8 orang mahasiswa/pelajar. Dari jumlah ini, biasanya ada 1-2 orang yang memang biaya hidup (sewa flat-makan-transportasi) ditanggung oleh yang 6 orang yang kebetulan memiliki bekal cukup atau dipandang mampu. Istilahnya, 6 orang mengkafalahi 2 kawan yang kebetulan kurang beruntung.
Perlu keikhlasan tingkat tinggi. Sungguh tak mudah. Tapi saya merasakan betapa tarbiyah memformat ulang hati-hati setiap insan, untuk memiliki jiwa-jiwa itsar dan spirit takaful bersama. Malah biasanya ketua grup (lurah), sangat giat menjalin silaturrahmi ke sana-kemari untuk mencari solusi atas permasalah pelajar-mahasiswa yang kurang beruntung.
Sikap istsar itu tidak hanya mengkafalahi yang 2 orang tadi. Flat kita pun harus terbuka untuk disinggahi kawan-kawan lain, baik pagi-siang-atau malam hari. Saat itu, flat kita yang mungkin selalu "hangat" dan "bau" masakan, diajarkan untuk menjadi keluarga yang lapang dada mempersilahkan tetamu menikmati hidangan yang sebenarnya terbatas dan belum tentu mengenyangkan. Namun sekali lagi, inilah intisari dari dakwah tarbawiyah.
Pemandangan kedua; tak sedikit pelajar/mahasiswa yang datang dengan beasiswa negara. Biasanya yang mengikuti program postgraduate.
Saya beberapa kali menemukan, tak sedikit dari mereka yang tidak membuka diri kepada pelajar dan mahasiswa yang lain. Kami memaklumi, mungkin sibuk dan lagi studyhard menyelesaikan thesis atau desertasinya.
Biasanya jika ia telah bergabung dengan gerakan tarbiyah, ia hanya simpatik dari segi fikroh tidak pergerakan. Kemampuan ilmiahnya sangat mumpuni. Namun tidak dengan sikap sosialnya yang cenderung ekslusif dan memposisikan bak "mercusuar".
Dua pemandangan ini, kini saya lihat kiprahnya di Indonesia. Tipe pertama: tetap setia menjadi batu-bata dakwah, dalam kondisi senang atau susah, dalam keadaan aman atau fitnah. Mereka berperan seperti akar. Tidak nampak, namun aliran enerjinya mengalir ke semua penjuru, menyerap saripati potensi, mengokohkan pohon, dan menjadi saringan bagi pohon dakwah.
Sedangkan tipe kedua: Ia menjadi mercusuar dakwah. Ilmunya yang luas, kajiannya yang mendalam, tsaqofahnya yang mendunia, dan gelar pendidikannya yang aduhai, ia mampu menghipnotis tunas-tunas dakwah. Ia telah menjadi figur sentral. Perannya tak ubahnya seperti daun yang membuat indah pohon dakwah, menerima sorotan matahari, hingga hingar bingar situasi dan kondisi.
Namun di saat badai menerjang, hujan beserta petir menghantam. Kita bisa tahu, ternyata pohon dakwah itu tak terusik karena kekokohan kader-kader yang tak terlihat dan kokoh menghujam ke bawah. Sementara kader-kader yang menjadi dedaunan, tak sedikit yang rontok dan berhamburan. Seakan tak siap menghadapi hiruk pikuk konspirasi dan tragedi.
Kini saya merekonstruksi ulang. Oh ternyata, kawan-kawan yang hingga kini tak terkenal dan tidak menjadi figur sentral dalam dakwah, mereka yang dahulu kuliahnya tak semulus jalan tol. Mereka yang dahulu makan bersama dalam satu nampan. Tak peduli dengan mulut kami yang masih bau, mata kami yang belum dibersihkan, keringat kami yang tak hiegienis, atau cara masak kami yang jauh dari kata profesional.
Sedangkan kawan-kawan yang sekarang berguguran, adalah mereka yang dahulu hidup lebih dari cukup, bisa jajan di resto, ekslusif, mampu menyewa satu kamar seorang diri, tak pernah lutut kami beradu atau bau badan kami bercampur. Kini tipe-tipe ini justru yang telah pergi meninggalkan kami, di saat keguncangan itu terjadi.
Saya hanya berdoa, semoga ALlah persatukan kami kembali. Jalan dakwah ini mengajarkan, saripati dakwah itu tidak hanya didapat dari teori-teori yang ada di buku-buku. Tapi saripati dakwah kita dapatkan, karena turun ke gelanggang walau seorang.


Bandung, 6: 24; 26/6/13


Facebook : ROHIS SMA NEGERI 1 PURWODADI


Kapan Pertolongan Allah Datang? | Tadabbur QS Al-Ahzab


*by  Ust. Maksudi Nawawi, Lc
Pengajar Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat



Kapan pertolongan Allah datang
(Renungan dalam Surat Al Ahzaab)

Kapan pertolongan Allah datang , sementara  suaudara kita di Mesir lebih dari 5 ribu yang telah syahid, lebih dari 10 ribu yang ditangkap, lebih dari 20 ribu yang terluka? Begitulah  orang-orang yang berpegang teguh membela  kebenaran, mereka persembahkan darah mereka dan jiwa mereka di jalan kebenaran.
Pertanyaan yang muncul adalah: Apakah pertolongan datang terlambat? Mengapa?  Apa penyebabnya? Kapan datang pertolongan Allah? Bagaimana dengan darah yang sudah banyak mengalir juga pengorbanan yang begitu banyak, sementara belum datang pertolongan? Begitu banyak pertanyaan yang muncul yang semuanya membutuhkan renungan kita untuk melihat pelajaran tarbawiyah dalam Surat Al Ahzaab yang kita baca dengan sebenar-benarnya sehingga kita dapat melihat bahwa pertolongan Allah sungguh akan datang.
Pertolongan Allah datang sesuai dengan ketentuan  dan sunnah ilahiayah, ada sepuluh syarat yang mewakilinya antara lain :

1.    Pertolongan Allah itu dekat dan akan datang, ia memiliki tentara yang hanya diketahui Allah, tak seorangpun mengetahui kapan turun dan bagaimana turunya, bisa jadi tentara-tentara itu masih bersembunyi yang tak diketahui siapaun kecuali oleh Allah, bahkan bisa jadi tentara-tentara itu berada dalam barisan musuh kita , Allah gerakan hati mereka lalu  mengasihi kita kemudian merekan perdaya musuh-musuh kita, mungkin juga tentara-tentara itu merupa benda-benta mati akan tetapi kita tak melihat pertolongan itu atau tentara-terntara itu untuk satu hikmah yang dikehendaki Allah   “ maka kami kirimkan kepada mereka angin dan tentara-tentara yang mereka tidak melihatnya “

2.    Pertolongan Allah itu dekat tatkala kita mempersembahkan juhud dan pengorbanan kita , ya kita telah persembahkan ribuan syhid, orang-orang terluka, ribuan yang ditangkap, waktu dan usaha dengan harta anak , jiwa dan kehidupan maka akan datang jawaban ilahi : Dan Allah mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan “ dan Dia ( Allah ) mengetahui tempat kita juga mengetahui kondisi kita sekarang .


3.    Pertolongan Allah itu dekat ketika ujian itu datang begitu hebat dan kekuatan kebatilan bersatu padu mengepung pembela kebenaran dari segala arah , ketika zionis internasional , kaum salibis serta antek-antek mereka yang berada di dunia Arab begitu sangat dengki dengan kita : “ mereka datang dari arah atas dan bawah kalian “ ini merupan kabar gembira akan datangnya pertolongan Allah sudah dekat.

4.    Pertolonga Allah dekat dan akan datang ketika ujian yang menimpa orang-orang beriman sampai pada tahapan yang menggoncangkan mereka, yang membuat hati mereka seakan putus harapan  sampai pada tenggorokan mereka , itulah ujian terberat yang mereka hadapi sebelum turun pertolongan “dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan(^) dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka . Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang sangat.


5.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang ketika barisan kebenaran menjadi tampak , orang-orang yang memiliki hati yang sakit dan kaum munafiqun pun menjadi terbaca dengan sendirinya dan terbukalah kedok mereka dihadapan orang-orang yang mereka tipu  “ Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya".

6.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang ketika berjatuhan semua daun-daun kebathilan dan tampaklah kebenaran pada saat ujian melanda , orang-orang munafiq itu berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari”


7.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang, tatkala terbuka kedok ahlul bathil dan terungkap rahasia keburukan mereka bagaimana mereka mengkhianati perjanjian mereka. Ketika barisan orang Islam terbebas dari kotoran orang munafiq dan ketika pudar kepercayaan orang-orang terhadap mereka yang menipu kita dengan mengatasnamakan agama, mereka berkata kepada kami : “Mursi tidak akan kembali dan tidak ada manfaat berdemonstrasi juga tidak ada kewajiban keluar terhadap penguasa “  -   Allah berfirman : Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya: "Marilah kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.

8.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang, ketika kita berada pada dua garis yang dicintai yaitu membela kebenaran dan mengikuti Rasulallah dalam kehidupan kita : “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “.

9.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang, ketika hubungan kita dengan Allah semakin kuat, ketika seorang hamba tidak takut kepada selain Allah , maka sesungguhnya Ia ( Allah ) cukup baginya , kepercayaan orang-orang mukmin kepada Allah menjadi benar tatkala mensikapi apa yang terjadi hari ini dengan sikap positif meskipun sangat menyakitkan, anggaplah bahwa ini adalah kabar gembira akan datangnya pertolongan Allah “ Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya(^) kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan “.

10.    Pertolongan Allah dekat dan akan datang, ketika orang-orang beriman memenuhi janji mereka kepada Allah, mereka mempersembahkan darah mereka dengan murah kepada Allah, yang datang berikutnya melakukan demikian mereka melanjutkan perjuangan pendahunya walaupun pengorbanan sebagai taruhannya “ Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu(^) dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya) “

Akhirnya, pertolongan Allah dekat sekali, maka tidak boleh barisan orang Islam menjadi mangsa berita-berita murahan yang tersebar di  sana-sini, jangan biarkan masyarakat termakan oleh berita-berita itu, tatkala tekad kita sudah bulat dan ujian semakin berat maka kita justru melipatgandakan usaha keras kita, kita kokohkan keyakinan kita , kita meminta kepada Allah bukan berputus asa karena pertolongan itu ada waktunya hanya Allah saja yang mengetahui, tidak tertunda juga tidak didahulukan.
Pertolongan datang dengan cara ilahiyah dan urutan robbani sehingga semua mengetahui bahwa pertolongan itu datang dari Allah. Pertolongan memiliki tentara yang hanya diketahui Allah, saat datang tidak didahului muqodimmah, bahkan bisa jadi kita sebenarnya sudah mendapatkannya tetapi kita tidak mengetahuinya.
Pertolongan Allah datang setelah kita mencurahkan semua potensi kita dengan segala pengorbanan kita, karena Allah menyiapkan ummat ini untuk sesuatu yang agung yang menuntut pengorbanan yang agung pula dan ribuan syuhada agar Allah membuka kedok setiap orang-orang munafiq dan membersihkan barisan dari kotoran mereka sehingga peperangan menjadi tamak jelas antara kebenaran dan kebatilan agar “ yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula) “.
Maka bergembiralah dengan dekatnya pertolongan Allah, berpegangteguhlah kepada kebenaran karena pertolongan itu kesabaran sesaat “mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat", Allahu Akbar Walillahilhamdu.
 
 
 
Semoga bermanfaat.
Facebook : Rohis SMA NEGERI 1 PURWODADI
 

Sunday, June 2, 2013

Konspirasi-Konspirasi yang Patut Kita Waspadai




Konspirasi menurut Wikipedia adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Tetapi secara tepatnya, konspirasi adalah sebuah kebohongan/persekongkolan yang dilakukan sekelompok orang/individu, organisasi,  negara yang berkuasa untuk menutupi kenyataan dengan kepalsuan, bahkan mengubah pandangan  suatu yang benar adalah salah dan sebaliknya. Dibawah ini adalah beberapa contoh konspirasi di dunia kita.


     1. Media Massa dan Konspirasi Indonesia Vs Malaysia

 


Apakah segala sesuatu yang ditampilkan media massa adalah benar dan patut dipercayai sepenuhnya? Jika dipikir dengan seksama, kita tidak boleh percaya sepenuhnya terhadap media massa jenis apapun! Media massa seolah-olah menjadi "media" untuk menyebarkan kebohongan extrim. Sebagai contoh adalah konflik Indonesia vs Malaysia, apakah konflik ini benar-benar sehebat yang diberitakan media? kenyataanya tidak! memangnya apa ruginya kalau Malaysia "mencuri" budaya Indonesia? Apa peduli kita? toh yang mereka curi adalah budaya Buddha-Hindu yang jelas-jelas menganut ajaran Pagan (Musyrik) yang bertentangan dengan ajaran Islam. Apakah kalian lupa? Indonesia dan Malaysia adalah negara mayoritas Muslim! Jika kita memerangi Malaysia, itu sama saja kita membunuh keluarga sendiri hanya demi budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam, subhanallah! Semua ini tentu tidak terjadi jika media massa berhenti terus menerus memanas-manasi keadaan. Jika topik tersebut masih "menjual" maka media massa akan terus membahas topik tersebut.

Semua ini tidak lepas dari peran Konspirator (entah Amerika,Freemason, NWO, ZIONIS atau apapun itu) yang tidak senang dengan terjalinnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia, mereka menggunaka media massa sebagai srana adu domba. jika Indonesia dan Malaysia bersatu maka tentu saja akan menimbulkan kekuatan yang kuat pula, Itulah yang mereka takutkan. Memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang sama, posisi yang strategis dan saling berdekatan, negara yang sama-sama mayoritas Islam, adalah beberapa kesamaan Indonesia dan Malaysia.. tentu saja Kita memiliki lebih banyak alasan untuk berteman daripada saling memusuhi. Kita sebagai negara Islam harusnya saling membantu untuk melawan dominasi barat yang membuat Islam terpuruk. Persetan dengan Nasionalisme! di akhirat nanti Allah tidak mengkelompokkan manusia menurut negaranya. Tidak ada lapak nasionalisme ketika kita di yaumil akhir nanti. Yang ada hanyalah apakah kita bagian dari seorang mukmin atau kafir. Mari kita lawan kebohongan media massa demi kebangkitan islam di masa mendatang!


     2. Facebook dan Tembok Ratapan Bangsa Yahudi

 

 

Siapa yang tak tahu FB (Facebook)? siapa yang tak punya akunnya? hampir tidak ada bukan? apalagi jaman sekarang, nggak punya FB nggak gaul.... Tahukah anda? facebook sekarang ini memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan tembok ratapan bangsa yahudi dimana orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. Tidak hanya itu saja! fb juga digunakan untuk sarana eksis dan cari perhatian, berdoa di fb walau untuk berdoa meminta restu lulus UN, ataupun berdoa dalam bentuk apapun dalam rangka apapun tujuannya untuk cari perhatian semata, ingat woy! Allah nggak punya facebook! kalian nggak perlu berdoa di facebook! cukup sholat dan berdoa langsung pada Allah.. nggak usah sok cari perhatian!  

Terus terang hati ini merasa tidak enak melihat banyak status tidak jelas dan kurang bermanfaat muncul dari account teman-teman. Tidak mengapa jika yang ditulis atau disampaikan berupa ilmu, nasehat atau info-info yang bermanfaat. Namun kalau sekedar isi hati, luapan perasaan, kekecewaan, kegaguman atau entah apapun namanya yang kiranya tidak bermanfaat maka kiranya tidak perlu ditulis/ disampaikan lewat fb atau yang lainnya. Selain hal itu sia-sia, hal tersebut juga tidak baik untuk menjaga ‘privasi’ dan muru’ah/kehormatan diri. Hendaknya kita senantiasa menjaga waktu kita, jangan hanya dihabiskan untuk sekedar update status atau membalas/berkomentar pada status- status yang tidak jelas.

Betapa indah apa yang disampaikan Rasulullah :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” [Hadis hasan riwayat Tirmidzi (no. 2318) dan lainnya]

Kita sebagai umat muslim harus menjaga diri dari tipu daya dan pembodohan yahudi melalui facebook, ingat! pembuat facebook si Mark Zuckenberg adalah seorang yahudi! Dengan mempunyai account Facebook, itu artinya, Anda membiarkan isi hati Anda bicara di depan publik dan dibaca oleh ribuan, orang. ingat privasi woy! parahnya lagi.. ada seorang (mungkin banyak juga) muslimah yang bukak hijab hanya demi eksis di facebook... subhanallah! foto di facebook itu mungkin tidak akan pernah hilang sebelum di-delete, bagaimana jika muslimah tersebut meninggal dan foto-nya yang tidak ber-hijab tersebut masih eksis sampai bertahun-tahun dan dilihat oleh ribuan hingga jutaan orang? dapet berapa ton dosa tuh?

Kita sebagai umat muslim juga harus memanfaatkan facebook untuk kegiatan bermanfaat seperti dakwah dan sharing info-info yang berguna, bukan sekedar tempat eksis doank. ingat, jangan mau jadi korban pembodohan yahudi! ingat! masih banyak hal yang lebih berguna daripada facebook-an!


     3. Siapa yang Teroris? Islam atau Amerika? Peristiwa WTC 11 September 2001

 

Sejak peristiwa tersebut, Islam seolah-olah menjadi agama yang hina (setidaknya di amerika sana). Amerika menyalahkan Osama dan organisasinya yaitu Al-Qaeda. Al-Qaeda sebenarnya hanyalah kebohongan AS semata. Islam adalah agama yang damai. Islam tidak mengenal serangan pre-emptive (mendahului). Kaum muslim diperintahkan untuk mempersiapkan diri, tapi jika suatu saat terjadi perang antara Islam dan musuh, musuh itu perlu dihadapi. Jadi mana mungkin sebuah organisasi Islami mnenyerang AS secara frontal. beberapa fakta yang menyatakan bahwa peristiwa WTC 11 September 2001 adalah rekayasa AS semata:


  • 4000 karyawan yahudi di gedung WTC liburan pada 11 September 2001. bukti jelas bahwa yahudi ikut serta dalam peristiwa ini, mana mungkin mereka mau mengorbankan 4000 saudara mereka?
  • Saksi mata menyatakan tidak melihat maupun mendengar bunyi pesawat, mereka hanya mendengar ledakan. lha wong nggak ada pesawat yang nabrak apa yang mau dilihat? 
  • Regu jet penembak telat 2 jam. AS sebagai negara Super Power dan Adidaya dengan segala radar, alat inteligen serta pengetahuan yang luar biasa tidak mungkin telat menghadang serangan tersebut.. tapi mereka telat juga. lha wong sengaja!
  • Kebakaran berlangsung selama 3 bulan. tidak mungkin ledakan pesawat menimbulkan kebakaran selama 3 bulan. itu pasti bahan peledak kimia yang digunaka untuk meledakkan gedung.
  • Tidak ada bangkai pesawat. AS mengatakan bahwa bangkai pesawat itu meleleh karena panas. mana mungkin! badan pesawat memang diciptakan untuk menahan panas, walau sepanas apapun tidak mungkin meleleh sampai habis.
  • Bukan pesawat yang meledak pada gedung WTC. banyak arsitek yang meragukan bahwa kontruksi gedung WTC tidak kuat menahan ledakan pesawat tersebut. kita semua juga tahu bahwa negara AS memiliki ilmu pengetahuan yang amat tinggi, mana mungkin sebuah gedung yang merupakan ikon mereka dimata dunia hancur lebur hanya karena ledakan pesawat yang notabene dari bagian luar gedung? AS sengaja meledakkan WTC dari dalam, meledakkan konstruksi-konstruksi utama gedung tersebut sehingga hancur lebur. walaupun ditabrak pesawat sekalipun, sangat diragukan gedung tersebut hancur. jelaslah sudah bahwa semua ini hanya kebohongan belaka.
 Tragedi 9/11 diciptakan untuk membenarkan alasan AS menyerang Afghanistan dan Irak, AS beralasan melakukannya untuk HAM, memberantas terorisme, dll, dst,.. tapi tujuan utama AS adalah untuk mengambil sumberdaya minyak mentah yang melimpah disana.

Saturday, February 2, 2013


Kisah Terbaik dalam Al-Quran: Nabi Yusuf AS


 “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Yusuf; 1-6)
Kisah Nabi Yusuf AS diabadikan Allah dalam satu surat khusus dalam Al-Qur’an yang juga bernama Surat Yusuf. Kisah ini merupakan kisah terbaik dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Yusuf merupakan kisah terpanjang di Qur’an yang diceritakan secara berurutan dan dalam satu surat penuh. Ceritanya sangat manusiawi, artinya sangat mungkin terjadi di kehidupan saat ini dan bisa menjadi teladan bagi kita yang hidup di zaman sekarang. Kisah ini berujung pada akhir yang bahagia dan dari sana kita dapat mengambil nilai penting yaitu bahwa setiap perubahan tidak selalu harus melalui cara peperangan. Perubahan bisa dilakukan dengan mengubah suatu sistem dari dalam. Itulah alasan-alasan mengapa kisah ini menjadi kisah terbaik.
Sebuah kisah yang memberikan banyak nilai bagi kita terutama untuk menjadi pedoman dalam melakukan perubahan. Kita bisa mengambil kata kunci dari kisah ini bahwa ketika kita hendak mengubah suatu sistem dari dalam maka kita harus memiliki kredibilitas kepada penguasa saat itu dengan cara meningkatkan kapabilitas dan kapasitas intelektual dan moral. Mudahnya, kita harus menjadi tangan kanan penguasa. Bukan tunduk kepadanya tetapi kita tunjukkan bahwa diri kita pantas untuk menjadi seorang pemimpin yang adil.

Prinsip dalam mengubah sistem dari dalam ialah kita harus memiliki perencanaan jangka panjang yang jelas. Pada dasarnya reformasi dilakukan tidak serta merta seperti revolusi. Ia membutuhkan periode waktu yang bisa jadi melibatkan banyak generasi. Oleh karena itu diperlukan adanya mentor agar proses pewarisan antar generasi berjalan dengan baik. Rencana jangka panjang itu hendaknya disusun secara detail sesuai timeline. Rencana tersebutlah yang menjadi bingkai kita dalam menjalani proses reformasi.



Ketika kita hendak melakukan perubahan dari dalam maka kita harus mempersiapkan pula orang-orang yang terbaik. Bukan hanya terbaik, tapi terbaik dari yang terbaik. Hal ini penting mengingat perubahan ini dilakukan dalam jangka panjang dan melibatkan banyak orang sehingga dalam proses pewarisannya harus benar-benar murni secara prinsip dan pemahaman agar antar generasi tidak saling miss dan alur perubahan itu tetap terjaga.
Sosok yang dibentuk ini juga memiliki jiwa petarung yang handal. Ia harus mampu menangkal segala perlawanan dari pihak-pihak yang memusuhinya. Wajar saja, karena setiap orang yang hendak membawa perubahan dalam suatu sistem pada awalnya pasti akan mendapat perlawanan dari pihak oposisi. Seperti pada kisah Yusuf AS beliau adalah seorang keturunan Nabi. Ayahnya, kakeknya, buyutnya pun seorang Nabi. Ia oleh Allah telah dirancang untuk membawa perubahan bagi Bani Israil. Namun, bagi ke sebelas saudaranya Yusuf dianggap mengancam eksistensi mereka di hadapan ayahnya. Oleh karenanya mereka hendak menyingkirkan Yusuf dari dunia persilatan. Yusuf pun dibuang ke dasar sumur dan ia ditemukan oleh pedagang yang melewati sumur itu. Di sini Yusuf mengalami sebuah tantangan besar. Ia dimusuhi oleh saudara-saudaranya sendiri. Bahkan ketika itu ia masih kecil, masih belum paham apa-apa.


Kemudian Yusuf menjadi barang dagangan yang ujungnya, ia dibeli oleh seorang raja. Yusuf pun tumbuh dewasa, ia menjadi pemuda yang sangat tampan. Sampai suatu ketika ia difitnah oleh istri raja dan dijebloskan ke penjara. Inilah bentuk penempaan baru bagi seorang agent of change.Ia akan mengalami pergulatan dengan berbagai kenyataan sosial dan politik yang berat, kompleks, kompetitif, dan penuh konflik. Yusuf difitnah, padahal istri rajalah yang menggodanya. Ia masuk penjara yang kemudian di sanalah justru titik kebangkitan itu muncul. Ia bertemu dua orang yang bermimpi aneh. Kemudian Yusuf menerangkan kepada mereka arti mimpi itu dengan mengambil janji bahwa ketika mereka telah keluar nanti mereka akan memberitahu raja bahwa dirinya tidak bersalah. Setelah sekian lama Yusuf menunggu akhirnya ia dibebaskan karena informasi dari salah satu orang tadi yang memberitahu raja bahwa Yusuf mampu menakwilkan mimpi sang raja. Dan inilah sikap Yusuf. Ia tidak serta merta menerima putusan raja. Ia ingin memastikan bahwa dirinya tidak bersalah dengan meminta pada raja untuk mengumumkan kebenaran tentang fitnah yang menimpanya. Ia ingin kebenaran itu terungkap sejelas-jelasnya. Maka raja pun melakukannya. Nah, inilah semestinya sikap dari seorang pembawa perubahan. Ketika ia dijatuhkan, ia tidak menyerah. Ia tidak menerima begitu saja keputusan dari penguasa, tetapi ia harus mengklarifikasi dahulu tentang masalahnya. Ia memastikan dahulu bahwa namanya telah bersih dari tuduhan-tuduhan dan fitnah.

Sebagai seorang pemuda, hendaknya kita tetap menjadi kaum yang idealis, di manapun. Ketika kita berinteraksi dengan birokrasi maka semestinya memiliki mental untuk mengubah kondisi di dalamnya. Maka ujian terbesar kaum reformis adalah harta, tahta, wanita. Kalau saja Yusuf tergoda dengan istri raja, maka berakhirlah kisah indah itu. Jika Yusuf begitu saja menerima pembebasan dan permintaan Raja untuk menakwilkan mimpi, maka selesailah tugas mulianya. Kita harus meneladani sikap-sikap tersebut. Dalam mengatasi ujian-ujian itu hendaknya kita memperkuat rasa takut kita pada Allah, meningkatkan sikap amanah dan tanggungjawab terhadap segala aktivitas kita, dan sadar akan resiko dari setiap keputusan kita. Selain itu, kita harus memelihara konsistensi sikap dan misi perjuangan ini dalam kondisi apapun.

Jangan takut untuk mempertahankan objektivitas dan kebenaran. Kebenaran menjadi satu-satunya posisi tawar kita dengan kekuasaan. Tujuan masuknya kita ke sistem bukan untuk ‘menjual’ kebenaran kepada penguasa, tapi untuk mengungkapkan kebenaran dengan sebenar-benarnya…
“Berani karena benar, takut karena salah…”